Puskesmas Bagor Berikan Imunisasi Difteri Ke Siswa-Siswi SMP
Nganjuk (Jawa Timur), Kejarfakta.com - Sejak Kementerian Kesehatan menetapkan status KLB terhadap Difteri, Imunisasi Difteri dilakukan secara serentak diseluruh wilayah Indonesia.
Untuk itu anak-anak usia satu tahun hingga sembilan belas tahun mulai mendapatkan Imunisasi agar tidak terjangkit penyakit berbahaya tersebut.
Anak yang sudah mendapat Imunisasi Difteri lengkat akan memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit Difteri yang mematikan, karena penyakit ini sangat menular dan dapat mengakibatkan kematian jika tidak ditangani secara cepat.
Kendati demikian Imunisasi difteri tidak diberikan bagi anak yang sedang sakit atau setelah sakit.
Menurut Kartini, selaku Ketua tim Imunisasi Difteri Puskesmas Bagor menyampaikan, banyak anak yang menangis, baik sebelum maupun sesudah disuntik Imunisasi Difteri di SMPN se- Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk. "Bukan faktor obat yang dimasukkan, mereka rata-rata takut yang berlebihan terhadap ujung jarum suntik." Katanya
Apalagi disaat menunggu giliran, mereka melihat temannya berekspresi kesakitan, rasa takutnya pun bertambah. Bahkan ada yang menolak disuntik, hingga terjadi kejar kejaran dengan petugas dari Puskesmas.
Lebih lanjut, Ketua tim Imunisasi Difteri juga mengatakan bahwa Imunisasi periode yang ke dua dari tiga kali imunisasi, berakhir sekitar bulan November 2018. "Imunisasi ini diharuskan sampai tiga kali suntikan karena yang diharapakan nantinya akan mempunyai kekebalan yang maksimal pada tubuh anak”. ujarnya.
Untuk itu bagi anak yang tidak masuk untuk menghindar tidak mau di imunisasi, Tim Medis bersama Pihak sekolah tetap akan mendata dan memberikan Imunisasi.
Reporter : Sofyan
Editor : Eko Setio



Komentar
Posting Komentar