Paijo Sanggah Adanya Pustu Terbengkalai di Pekon Suka Makmur


Poskesdes Yang Tidak Memiliki Tenaga Medis di Pekon Suka Makmur
Kejarfakta.com, Lambar-- Terkait pemberitaan sebelumnya ihwal dibutuhkannya Tenaga Medis di Pekon Suka Makmur Kecamatan Belalau Kabupaten Lampung Barat (Lambar), yang telah lama memiliki fasilitas pelayanan yang semula di jelaskan oleh warga fasilitas tersebut adalah Pusat Puskesmas Pembantu (Pustu) namun setelah di konfirmasi Kejarfakta.com kepada Kepala Dinas Kesehatan Lambar Paijo, Jumat, 29/06/2018, ternyata fasilitas tersebut bukanlah Pustu melainkan Pokesdes.
Menurut, Paijo, (Pustu) merupakan jaringan pelayanan Puskesmas yang memberikan pelayanan kesehatan secara permanen di suatu lokasi dalam wilayah kerja Puskesmas.
Puskesmas Pembantu merupakan bagian integral Puskesmas, yang harus dibina secara berkala oleh Puskesmas.
Tujuan Puskesmas Pembantu adalah untuk meningkatkan jangkauan dan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah kerjanya.
Puskesmas Pembantu didirikan dengan perbandingan 1 (satu) Puskesmas Pembantu untuk melayani 2 (dua) sampai 3 (tiga) desa/kelurahan.
Penanggungjawab Puskesmas Pembantu adalah seorang perawat atau Bidan, yang ditetapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan atas usulan Kepala Puskesmas.
Tenaga minimal di Puskesmas Pembantu terdiri dari 1 (satu) orang perawat dan 1 (satu) orang bidan.
Pendirian Puskesmas Pembantu harus memenuhi persyaratan lokasi, bangunan, prasarana, peralatan kesehatan dan ketenagaan.
Bangunan, prasarana dan peralatan kesehatan di Puskesmas Pembantu harus dilakukan pemeliharaan, perawatan, dan pemeriksaan secara berkala agar tetap layak fungsi.
Sementara Poskesdes, adalah singkatan dari pos kesehatan desa. dimana lembaga ini adalah upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat yang berfungsi sebagai wadah bagi kesehatan masyarakat desa. 
Poskesdes siap melayani segala keluhan masyarakat mengenai kesehatan desa sebelum penanganan lebih lanjut ke puskesmas lalu ke rumah sakit.
“Jika di Pustu dapat menugaskan perwat atau bidan kalau di pukesdes harus bidan,” jelasnya.
Soal teaga Bidan yang bertugas di poskesdes merupakan secara tanggung jawab kerja, haru koordinasi dengan peratin atau kepala desa setempat karena pembiayaannya di anggarkan oleh desa, namun sistem kerjanya tetap di bawah naungan pihak Puskesmas.
Di singgung soal ditak adanya petugas medis di Pekon Suka Makmur, Paijo menjelaskan sejak Pekon tersebut dulu memang tidak memiliki tenaga bidan.  
Adapun bidan yang dulu pernah bertugas di Pekon itu, dia seorang bidan PTT pusat dari Kecamatan Batu Ketulis. Namun, ketika PTT ada kebijakan Pusat ada pengangkatan CPNS dengan persyaratan yang berbunyi tidak boleh pindah selama 5 tahun, semantara SK bidan yang bertugas tersebut bertugas di Kecamatan Batu Ketulis.
Sehingga diapun kembali ke Batu Ketulis dan Suka Makmur kembali kosong.
Saat ini Solusinya telah di rapatkan dalam musrenbang tingkat Kecamatan diserah kan kepada pekon untuk mengisi tenanga bidan dengan menggunakan anggaran Dana Desa ADD.
“Kalau peratin mau memebayar itu kita siap,” imbuhnya.
Terpisah Peratin Suka Makmur Syarkoni mengatakan, dirinya yang baru enam bulan terakhir menjabat sebagai Peratin di Pekon itu, sementara keterbengkalaian fasilitas tersebut telah lebih dari satu tahun. “saya baru menjabat kurang lebih enam bulan terakhir jadi saya tidak memahami ihwal keterbengkalaian fasilitas itu.” Jelasnya.
Untuk itu Syarkoni berharap agar di tugaskannya tenanga medis di pekon itu agar fasilitas yang terbengkalai itu dapat di fungsikan dengan maksimal.
Dia juga mengharapkan akses menuju Pekon tersebut yang saat ini kondisinya rusak untuk segera di perbaiki demi kelancaran transportasi warga, terlebih pada saat merujuk warga yang sakit ke Puskes atau RSUD kendala terbesar adalah akses jalan. “saya berharap kondisi jalan menuju Suka makmur sesegera mungkin di perbaiki demi lancarnya transportasi warga.

Reporter   :   Kartiko
Editor        :   Ahsannuri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesawat Tempur Sukhoi SU-35 Pesanan TNI Angkatan Udara Indonesia dari Rusia Bakal Tiba Oktober 2019 Mendatang

Peduli Korban Banjir, Komunitas Pecinta Musik Lampung Barat Galang Dana Untuk Korban Banjir di Bandar Negeri Suoh

Pemkab Pesawaran Tandatangani Naskah Perjanjian Kerjasama Dengan Ombudsman RI