Stop Kekerasan Terhadap Murid, Proses Segera Dan Berikan Sanksi Pada Guru Yang Melakukan Kekerasan




Kejarfakta.com. Lambar- Dugaan Kasus kekerasan yang dilakukan Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 2 Sebarus, Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat (Lambar), terhadap muridnya berbuntut panjang. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Komisi III yang membidangi masalah Pendidikan akan memanggil Kepsek dan guru, serta Dinas Pendidikan setempat.

Korban penganiayaan, Erif kelas 6 SD, dan Iqbal kelas 4 SD, oleh Kepseknya Yusrif, S.Pd.i., pada hari kamis (25/01) lalu, bermula ketika sang murid dituduh mencuri uang sebesar 200 Ribu. Merasa tidak terima anaknya di permalukan, akhirnya orang tua murid membawa anaknya itu untuk melakukan visum ke Puskesmas terdekat sebelum melaporkannya ke Polsek Balik Bukit. 

Tetapi pihak Puskesmas tidak bisa melakukan visum, karena yang bisa melakukan visum adalah pihak Kepolisian. Kemudian pada esok harinya Jum'at (26/01), pihak korban melaporkan kejadian itu ke Polsek, akan tetapi pihak kepolisian tidak bisa melakukan visum.

Baca Juga: Nah Loh, Disdikbud-DPRD Bakal Panggil Kepsek SDN2 Sebarus

Pihak keluarga berharap kasus penganiayaan ini ditangani oleh pihak kepolisian. "Kami berharap kejadian ini di tangani secara adil oleh pihak yang berwajib, dan Dinas Pendidikan segera memanggil Kepsek tersebut untuk diberikan sanksi. Karena kalau kejadian ini tidak ditidaklanjuti, di khawatirkan akan terulang kembali kepada murid yang lainnya," Kata Suwardi keluarga korban.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kabudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lambar, Bulki saat di komfirmasi terkait masalah tersebut, Senin (29/01) mengatakan, bahwa pihaknya belum mendapatkan laporan resmi dari pihak keluarga mengenai kekerasan yang di lakukan Kepsek terhadap muridnya. Akan tetapi pihaknya sudah mendengar dari berbagai sumber mengenai kejadian itu.

Baca Juga: Disdik Belum Juga Memanggil Oknum Guru Dugaan Kekerasan Pada Murid

Menurutnya, para pendidik dalam hal ini adalah para guru harus dapat menahan diri dan mengendalikan emosi karena lebih dewasa. "Kenapa anak-anak selalu menjadi korban, sudah banyak kejadian kekerasan terhadap anak. Seharusnya para pendidik bisa menahan diri karena mereka lebih dewasa," katanya.

Ia juga mengatakan, selaku kepala dinas memohon maaf kepada orang tua murid atas perlakuan Kepsek SDN2 Sebarus, "Saya sangat menyayangkan kejadian itu. Dan saya akan perintahkan kabid saya yang membidangi untuk memanggil kepsek yang bersangkutan untuk klarifikasi," terangnya

Sementara itu pula kepsek SDN 2 Sebarus sampai berita ini di turunkan belum bisa di hubungi sama sekali. (Tio/Wirda/Kejarfakta.com).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesawat Tempur Sukhoi SU-35 Pesanan TNI Angkatan Udara Indonesia dari Rusia Bakal Tiba Oktober 2019 Mendatang

Peduli Korban Banjir, Komunitas Pecinta Musik Lampung Barat Galang Dana Untuk Korban Banjir di Bandar Negeri Suoh

Pemkab Pesawaran Tandatangani Naskah Perjanjian Kerjasama Dengan Ombudsman RI