Mengintip Geliat Ekonomi Masyarakat Di Tepian Danau Ranau

Kejarfakta.com Lumbok Seminung,Beberapa Pekon di Kecamatan Lumbok Seminung,yang pas berada  persis di tepian Danau Ranau, selain memiliki aktifitas di bidang pertanian dan perkebunan,ada juga sebagian yang mencoba peruntungan  ekonomi menggeluti usaha di sektor perikanan, dengan memelihara ikan pada keramba terapung di pinggiran Danau Ranau.

Menurut Dedi salah satu warga Pekon Kagungan Kecamatan Lumbok Seminung,memang prosfek dan peluang dalam peningkatan perekonomian keluarga dalam usaha di bidang perikanan memiliki prosfek yang bagus.meski dengan modal yang agak lumayan besar.

Masih menurut Dedi pada awalnya kami mengunakan keramba yang ala kadarnya sampai pihak Pemkab Lampung Barat melalui Instansi terkait menunjukkan keperduliannya kepada kami dengan memberikan bantuan keramba apung,yang membuat semangat dan motifasi kami bertambah

Seiring dengan waktu kendala-kendala yang sering kami alami khususnya di bidang bibit dan pakan dapat teratasi dengan adanya warga yang membuat usaha khusus pembibitan,jadi sekarang kita tidak kesusahan lagi masalah bibit karena sudah ada bibit,lokal,begitu pun dengan pakan sekarang sudah mudah di dapatkan,apa lagi dalam segi pembinaan pihak dinas perikanan juga sering turun untuk memberikan wawasan,penjelasan dan pembinaan kepada petani peternak ikan.ujarnya


Sementara Tahmi salah satu pengusaha peternak ikan keramba apung di tepian  Danau Ranau,mengatakan kalau masalah cuaca bisa juga kadang kadang menjadi kendala,tapi bukan sebagai hambatan kita dalam menjalankan usaha ini,kepada tim kejarfakta.com.Tahmi megatakan sekarang sudah lebih  dari 50 warga yang mencoba peruntungan dalam usaha perikanan ini,biasanya ukuran keramba yang kami gunakan 14 m X 14 m, 

Biasanya dengan bibit 400 Kg dan pakan 8000 Kg akan di hasilkan ikan sebanyak 6000 Kg,ketika di Tanya mengenai omset dalam usaha ini dia mengatakan, dalam masa 4 bulan panen dia mengatakan lumayan lah,sekitar 20 jt - 25 jt permasa panen dan untuk pemasaran kita melalui agen dengan harga rata-rata 19 rb- 20 rb perkilonya,tidak terlalu susah karena untuk pangsa pasar kita sudah mencapai Bandar Lampung dan wilayah Kabupaten-Kabupaten tetangga di Provinsi Sumatra bagian Selatan.tutupnya.

Salah satu warga lain yang baru menekuni usaha ini mengatakan kepada tim kejarfakta.com, sekarang ini yang menjadi kendala utama adalah masalah permodalan dan semagat untuk warga yang mau mencoba mengikuti jejak kami menekuni usaha ini,kami juga berharap instansi terkait dapat membantu kami dalam mencarikan solusi dibidang permodalan.(mmh/indr,kejarfakta.com)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesawat Tempur Sukhoi SU-35 Pesanan TNI Angkatan Udara Indonesia dari Rusia Bakal Tiba Oktober 2019 Mendatang

Peduli Korban Banjir, Komunitas Pecinta Musik Lampung Barat Galang Dana Untuk Korban Banjir di Bandar Negeri Suoh

Pemkab Pesawaran Tandatangani Naskah Perjanjian Kerjasama Dengan Ombudsman RI